6 Manajer Terdepak di Liga Inggris 2025/26: Siapa Berikutnya?


Kursi Panas Premier League: Mengapa Manajer Begitu Cepat Terdepak?

sportsbooks.live – Apakah menjadi manajer di Premier League kini merupakan pekerjaan paling tidak aman di dunia? Hanya dalam waktu setengah musim pada periode 2025-2026, enam manajer telah kehilangan pekerjaan mereka akibat tekanan kompetisi yang luar biasa. Tren ini menunjukkan bahwa kesabaran pemilik klub semakin menipis demi mengejar hasil instan di liga paling bergengsi di dunia.


Daftar Manajer yang Menjadi Korban Musim 2025-2026

Kekejaman kompetisi musim ini dimulai sejak bulan September, di mana pergantian kepemimpinan terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat. Berikut adalah urutan manajer yang terdepak:

  • Nuno Espírito Santo (Nottingham Forest): Menjadi manajer pertama yang dipecat pada 9 September 2025.
  • Graham Potter (Brighton): Menyusul 18 hari kemudian, ia menerima surat pemutusan hubungan kerja pada 27 September 2025.
  • Ange Postecoglou (Nottingham Forest): Ironisnya, manajer pengganti Nuno ini pun hanya bertahan satu bulan sebelum dipecat pada 18 Oktober 2025.
  • Vítor Pereira: Menjadi korban keempat dari kerasnya persaingan liga musim ini.
  • Enzo Maresca (Chelsea): Mengakhiri kariernya di Stamford Bridge tepat saat tahun baru 2026 dimulai.
  • Rúben Amorim: Menjadi manajer kedua yang didepak pada awal tahun 2026.

Baca Juga : Liverpool 2019: Juara Liga Champions Terburuk atau Korban Ekspektasi?


Efek Domino dan Tekanan Hasil Instan

Fenomena di Nottingham Forest, yang memecat dua manajer dalam waktu singkat, membuktikan bahwa strategi jangka pendek sering kali diambil saat klub merasa terancam degradasi atau gagal memenuhi ekspektasi performa. Dengan musim yang baru berjalan separuh jalan, angka enam pemecatan adalah statistik yang mencengangkan dan diprediksi akan terus bertambah sebelum musim berakhir.

Manajer seperti Arne Slot kini berada di bawah pengawasan ketat, mengingat standar tinggi yang ditetapkan oleh para pesaing di papan atas. Di Liga Inggris, satu hasil buruk bisa berarti akhir dari karier kepelatihan.

Kesimpulan

Ketidakstabilan kursi manajerial di Liga Inggris musim 2025-2026 mencerminkan tingginya pertaruhan finansial dan prestasi. Enam manajer yang telah gugur hanyalah awal dari potensi perombakan besar-besaran yang mungkin terjadi sebelum kompetisi ditutup.


Bagaimana menurut Anda? Apakah pemecatan massal ini solusi tepat untuk performa tim, atau justru menunjukkan kegagalan manajemen klub? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

Comments (1)

  1. Robert Lewandowski Pensiun di Barcelona? Ini Misi Terakhir Sang ST – Sportbooks

    […] Baca Juga : 6 Manajer Terdepak di Liga Inggris 2025/26: Siapa Berikutnya? […]

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.